Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Berbagi Tak Usah Ribet

Gambar
Sungguh menyenangkan, melihat putra sulung saya terpapar virus kebaikan hati. Saya baru menyadari ketika dia kini duduk di bangku kelas enam SD. Ia terlihat sangat bahagia dan bukan bahagia yang berpura-pura dengan bungkusan materi. Jiwanya bahagia. "Pa, kata mem (panggilan guru wanita di sekolahnya), tidak akan pernah kekurangan orang yang selalu berbagi.." Katanya tadi. Eh, ternyata di balik kata-kata indah nan permai itu, dia mengaku polos. 'Tadi kakak (biasa dia disapa) membelikan makan buat teman kakak.' Marah! Jelas saja, uang jajannya pas-pasan. Untung ada orang tua baik yang mengantarnya pulang ke rumah. Kalau tidak..Ah sudahlah. Masuk ke kamar saya merenung, kenapa dia tak berpikir dengan dirinya sendiri. Kenapa dia berbagi uang jajan dengan temannya padahal saya tahu temannya itu berkecukupan. Saya lantas memanggil putraku masuk kamar. Penasaran, saya tanya mengapa dia membelikan makanan padahal dia tahu ayahnya tidak memiliki lagi pendapa...

Catatan Rugi Virus Mematikan Bernama Politik

Gambar
Kamis pekan lalu wa saya mendadak bunyi.. Saya dapat kiriman undangan awal dari dua daerah, diminta mengisi materi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, bertajuk "Redam hoax Pilkada 2020, dengan informasi akurat". Menyusul Jumat saya menerima undangan resmi dari KPU, dua kabupaten (sengaja saya tak tulis di kabupaten mana, karena ini sudah menyangkut integritas dan profesionalitas pelaksana Pemilu). Lokasi pelaksanaan sudah ditentukan, satu di kecamatan A, dan kabupaten yang satunya lagi di kecamatan B. Otak liar ini tak kuasa menahan rasa suenangg bukan main, acara di dua daerah itu hanya 3 hari. Uang cuap-cuap, masuk kantong masing2 sepuluh juta, alias dua puluh juta untuk dua wilayah pelaksanaan ini. Sempat wa ke sahabat, minta pinjam mobil. Tapi tak dijawab, akhirnya setelah timbang sana, mikir sini. Ah, sewa aja mobilnya kan fulus yang nanti didapat banyak. Tarulah dengan bensin, paling-paling tiga hari mentok di angka sejuta.. Pagi tadi saya mel...

Sampai di Titik Ini (Sebuah Goresan)

Gambar
Tidak terasa air mata ini jatuh Meratapi hati yang kian jenuh Hingga buat kaki rasa tak teguh Apakah kunanti akan berlabuh Tidak semua air mata itu pertanda buruk Itu hanya pelepas rasa yang kian terpuruk Kuiring doa agar Dia terus membentuk Pribadi ini agar tak berlaku buruk Beragam cara telah ku buat Berharap kawan akan melawat Hari-hari semua harap terus lewat Meski mimpi ini terus kurawat Benar hidup tidak terduga Minta nilai dihitung harga Tidak tersisa lagi rasa bangga Mengapa dari awal tidak kuduga Namun aku tetap bersyukur Ada Dia yang maha jujur Hati ini ditempahNya agar teratur Hingga kelak tak mudah terbentur Air mata itulah buatku berani Mencari sesuap nasi harus begini Terpenting pribadi tidak terbebani Hari ini mungkin sampai di titik ini..