Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Sulut Butuh GSVL

Gambar
Judul diatas pasti akan kembali memunculkan tuduhan bahwa saya adalah penulis bayaran. Saya sudah kenyang dengan tudingan itu. Bahkan ada yang menghitung kalau saya mendapat, ratusan juta hingga miliaran rupiah demi mempromosikan GSVL. Apa iya, saya tidak bisa menulis tentang sosok yang menurut saya layak dijadikan teladan dan panutan. Tentang bagaimana seorang pemimpin itu memimpin. Sejak munculnya GSVL ke permukaan, saya sudah kagum dengan orang ini. Saya mempelajari track record perjalanannya, saat ia menyelesaikan serta meminimalisir masalah korupsi, banjir bandang Manado 2014, dan pandemi Covid 19 dengan sangat elegan, sampai bagaimana ia sabar namun santai menanggapi 'perselisihannya' dengan lawan politik. "Sulut butuh GSVL..." ini yang ada di benak saya. Saya makin menjadi Diehard fans GSVL,  justru ketika ia pensiun dari tugas dua periode Walikota Manado. Disaat sebagian orang menjauhinya, berbalik mendukung pemimpin baru di Manado dan cari muka ke pemimpin Su...

Legacy GSVL Untuk Keluarga

Gambar
10 tahun masa kepemimpinan selaku Walikota Manado, GSVL telah meninggalkan begitu banyak legacy (warisan) bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Kota Manado. Dan itu bukan cerita mengada-ada begitu banyak buktinya. Kalau saya tulis satu persatu tidak akan pernah cukup menjabarkannya, hanya dalam sekali, sepuluh kali, seratus kali, seribu kali bahkan lebih. Legacy GSVL dalam tugas dan pengabdian, maupun pelayanan selaku Ketua Pria Kaum  Bapa (P/KB) GMIM, yang masih diemban sampai sekarang. Adalah gambaran keteladanan dan contoh, tentang seorang pemimpin yang tegar berdiri menghadapi persoalan, teguh memegang prinsip kebenaran, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.  Dia satu dari segelintir pemimpin pelayan terbaik yang pernah ada di Sulut dan Indonesia. Lantas bagaimana dengan cara GSVL, dalam kapasitas selaku kepala keluarga, imam dan raja dalam rumah tangga. Bagaimana ia membangun komunikasi, mendidik, mengajarkan hal2 positif membawa keluarganya menjadi keluarga yang takut akan Tu...

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?

Gambar
Pertanyaan itu, kembali ramai di inbox FB saya.  Ada beberapa yang saya balas pesannya. "Ya, terserah GSVL. Kan dia yang punya kuasa terhadap dirinya.." Saya belum bertemu dengan GSVL sejak beliau resmi meletakkan jabatan. Tapi semingu sebelum tanggal 9 Mei saya sempat bersua dengannya. Kemudian saya menyentil, soal apakah beliau akan ikut di Pilkada 2024. Jawaban GSVL seperti ini. "Mengalir jo jek. Sementara nikmati dulu masa pension dari tugas 10 taon pimpin Manado. Bakobong, piara ayam, ikan, dan lainnya.." ucap GSVL santai. Tapi kata GSVL, ia juga akan mengisi waktu dengan menjadi pengamat. "Iya, kita juga akan jadi pengamat politik dan pemerintahan. Kase masukan, ide, gagasan dengan kritik mar katu musti membangun. Paling enda itu kita pe sumbangsih for Sulut. Supaya lebe maju dengan sejahtera.." tutur GSVL saat itu. Saya sendiri yakin GSVL akan kembali ke dunia politik, apalagi ia punya pengalaman sarat di sana. Bagi saya ada hal yang belum dituntask...

Jalan Saja Terus

Gambar
"Kenapa hatimu kembali pada komitmen untuk tetap setia pada sahabatmu itu. Padahal kamu sudah kuberi derita, uang tak ada, mobil lenyap. Ah, kamu sungguh keterlaluan, padahal saya pikir kamu akan goyah.." bisik iblis kepadaku. Lalu ku dengar sayup2 bisikan lain yang sangat lembut dan membuat hati bahagia. "Jalan saja terus dan jangan khawatir. Karena orang yang setia pada perkara kecil dia juga akan setia kepada perkara besar. Hidup memang penuh ujian, karena tanpa ujian kamu akan mudah tergoda oleh keinginan dan nafsu dunia. Sabar di depan sana telah Ku sediakan berkat bagi dirimu yang tetap setia.." bisik Tuhan kepadaku. Beberapa hari ini, saya sempat berada di persimpangan. Mau lurus lanjutkan perjalanan, atau berhenti, juga memilih antara belok ke kiri atau ke kanan. Akhirnya saya memilih jalan terus. Tidak peduli sesulit apapun perjalanannya. Karena saya percaya pilihan untuk tetap setia mendukung sahabat saya, terlebih dia orang baik yang takut akan Tuhan adal...

Panggung Itu Milik GSVL

Gambar
Bapak itu beri semangat kepada saya, saat kemarin diajak 'pasiar' Idul Fitri oleh seorang kawan muslim. Saya tidak kenal bapak itu. Lagi enak2nya makan gule kambing, tiba2 dia sudah duduk di samping saya. "Pak kita ja ikuti pak ja kirim itu, berita dengan ucapan GSVL di FB. Maju terus jangan kendor. 2024 nanti di Pilgub so GSVL punya.." Seperti biasa motivasi itu, saya tanggapi dengan senyum. Tak bisa berkata apa2, la wong mulut saya penuh makanan. Kawan yang melihat saya terkeke, apalagi air minumnya lupa saya ambil.. Benar motivasi bapak itu menarik.  Oke, saya akan sedikit mengulas bagaimana peluang GSVL di 2024. Sekalian mau jawab tanya di inbox Medsos saya, "apakah status GSVL yang sudah tak menjabat walikota akan mempengaruhi elektabilitasnya?". Begini saya boleh dikata pengamat. Iya karena selama ini saya secara khusus mengamati gerak GSVL sejak ia menjadi Walikota Manado medio 2010 silam. Belum pernah -setahu saya- ada pejabat publik yang mampu memai...

Kemana Janji 200 Juta Itu?

Gambar
Berapa hari lalu saya ikuti siaran langsung via FB, rapat perdana, Walikota baru dan Wawali pengganti GSVL-Mor. Di gedung serba guna Pemkot Manado. Saya jadi geli sendiri, tata bahasanya Pak Wali, ehmmm.  Maaf  pak wali, mungkin selama ini saya sudah terbiasa mendengar cara berucap, mantan Gubernur Sulut, Alm Dr Drs SH Sarundajang (SHS) dan mantan walikota dua periode Manado, DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL), yang kalimat perkalimat, kata perkata , sederhana namun tertata apik, hingga kesan bobot atau isi penyampaian dapat, dan mudah dicerna secara maksimal oleh pendengar, apalagi kalau itu rapat dengan jajaran SKPD. Tata bahasa itu bisa menunjukkan karakter pribadi seseorang loh. Maaf pak wali yang terhormat. Kecerdasan bertutur itu, dan tata bahasa jangan dianggap remeh.  Karena yang menjadi audience di rapat perdana itu, meski mereka bawahannya pak wali, mereka rata-rata orang pintar, minimal jebolan S1. Cuma lucu aja pak wali. Mohon maaf, tidak ada maksud membuat bapak ter...

Menguji Orang Baik

Gambar
Tulisan ini sudah pernah saya buat. Dan entah mengapa, saya kembali merelease tulisan ini. Kiranya yang membaca tulisan ini bisa mendapatkan pencerahan dan menggugah hati. Hidup itu sebuah perjalanan kawan, bagai naik pesawat tidak selamanya tenang. Ada saat alarm berbunyi untuk gunakan sabuk pengaman karena turbulensi. Meski pesawat goyang dan bergetar hebat, masih ada pramugari yang berdiri mengingatkan penumpang pakai sabuk.  Dia sendiri tidak peduli akibat fatal kalau berdiri saat pesawat bergetar menembus awan tebal. Bila dia jatuh bisa cedera ringan, berat bahkan nyawa melayang. Ya kan SOP-nya seperti itu buat kru pesawat. Jawabannya benar kawan, tapi SOP bisa dikalahkan naluri kebaikan, coba perhatikan di pesawat ketika terjadi guncangan ada pramugari atau pramugara yang langsung duduk dan pakai sabuk.  Ini bicara soal 'habit' alias kebiasaan, yang ujungnya memunculkan naluri kemanusiaan.  Kalau orangnya perhatian dan suka membantu, melakukan kebaikan, dalam kondisi dan ...

GSVL Dalam Cerita

Gambar
GSVL kalu boleh saya ibaratkan seperti penulis buku. Buku lama yang ditulisnya, telah dilepas. Kini dia membuat buku baru. Halaman awal mulai ditulisnya secara telaten. Dia berharap seperti buku lama yang lalu. Buku baru ini akan minim dari kesalahan penulisan, kata perkata, kalimat perkalimat, halaman demi halaman, bab demi bab akan dibuatnya secara presisi.  Nanti kalaupun ada sedikit salah, itu biasa dan bisa ditolerir, lah penulis juga manusia yang tidak sempurna. Babak baru dalam hidup seorang GSVL  dimulainya. Setelah masa jabatan selaku Walikota dua periode Manado resmi dilepas. "Pak setelah melepas jabatan Walikota dua periode. Apa yang bapak mo beking..? Itu tanya saya, ketika bersua dengannya berapa waktu lalu. "Mengalir jo Jek. Lepas jabatan walikota. Fokus di pelayanan kepada jemaat, bakobong, sekalian jadi pengamat.." Kren..GSVL sebelum pensiun sebagai walikota. Memang sudah mempersiapkan diri, mengenai apa yang akan dia lakukan mengisi waktu dan merencanaka...

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Gambar
"Jek kiapa ngana salalu bela GSVL. Padahal beliau nanti so nda walikota. Jek ada berapa kepala daerah suka ja baca ngana ba tulis deng ja beking apa itu, rupa iklan ucapan?".  Begitu pertanyaan dari puluhan pesan yang sama, kebetulan tadi baru kubuka pelan-pelan pesan tak terbaca di akun FB.  Saya akan membalasnya, karena setelah kulihat akunnya jelas dan dia merupakan salah satu tokoh masyarakat di daerah ini.  Saya juga senang karena meski tulisan saya tak di publish untuk umum namun ternyata bisa sampai kepada para elit di Provinsi ini. Enak, cara beliau bertanya pakai etika serta sopan. Dan saya yakin, beliau si pengirim pesan ini tidak berpikir kalau saya kaya raya atau mencari dan mendapat untung besar karena selalu menulis tentang GSVL. Pertanyaan ini sekaligus mewakili saja pertanyaan yang sama yang selalu kuterima. Kalau mau jujur pak, atau kupanggil saja Om?. Ah, biar sopan kusapa pak saja.  Sebenarnya. Tidak cukup space di blog ini jika harus membahas satu persatu ...