Untuk Pak Vicky
Buat tulisan lagi, tapi kali sedikit beda dari yang sudah-sudah. Jujur Pak Vicky, asam lambung ini kumat lagi ketika baca status di Medsos yang nyebut kamu pemimpin tak berperasaan. Kata mereka masa rumah makan tutup, pedagang dilarang jualan kalau sudah lewat jam 8 malam. Mereka membandingkan saat Pilkada, semua tetap buka, kerumunan di TPS dibiarkan. Dan semua itu ditimpahkan padamu. Para pembencimu Pak Vicky, tidak mau kamu mikirin kesejahteraan, kesehatan warga. Maunya mereka sembako, dana Lansia jangan disalurkan, inginnya mereka biar saja perayaan tahun baru bikin seperti biasa saja, mereka sengaja membawa nama si miskin biar kamu terhenyu, sedih dan nangis, karena dampak dari surat edaran tentang cegah Covid 19. Saya sangat mengerti kegundahanmu Pak Vicky, buat baik saja dicaci apalagi kalau salah. Tapi saya sangat yakin, kamu pribadi tegar ditabrak kanan kiri depan belakang oleh mereka yang pada dasarnya tidak ingin kamu masuk konstetasi Pilgub 2024 seandainya UU Pilkada ser...