Pria Baik Itu Bernama Jurgen Klopp
Saya penggila sepakbola. Dan paling senang ketika melihat aksi Liverpool dibawah asuhan pelatih Jurgen Klopp. Sukses meraih seabrek prestasi prestisius, tidak membuat seluruh punggawa Liverpool besar kepala. Sadio Mane dan kawan-kawan tetap membumi. Mereka belajar banyak dari sang bos Jurgen Klopp.
"Saya tetap 'the normal one', kadang orang menyebut saya baik, menyenangkan dan suka membantu. Saya pikir itu sebenarnya membosankan dan terlalu berlebihan. Tapi setelah ku pikir, mungkin saja saya seperti itu," kata Klopp.
Pria asal Jerman ini sukses membawa Liverpool menjadi raja di Inggris. Dalam penantian panjang 30 tahun. Tahun lalu 'The Reds', dihantar Klopp menjadi yang terbaik di Eropa, dengan menggondol tropy liga champion.
Fans Liverpool jelas bangga dengan capaian ini. Namun ada juga fans klub lain yang ternyata menyukai Liverpool, bukan karena sukses mereka meraih piala. Tetapi senang dengan sikap, ekspresi, tindakan dan tutur kata yang menggambar kerendahan hati serta kebaikan dan suka membantu sang menejer.
Klopp masuk jajaran elit pelatih terbaik saat ini, tetapi dia malah menolak di publish sebagai yang terbaik.
"Banyak pelatih di luar sana lebih baik dari saya. Tidak perlu dibesar-besarkan, saya tetap pria biasa yang secara kebetulan diberi Tuhan kesempatan untuk menjadi pelatih Liverpool," ucap Klopp.
Pujian dari legenda Liverpool seperti Steven Gerrard. "Saya mencontoh Sir Jurgen Klopp. Dia bukan hanya brilian dalam taktik, total ketika bekerja. Tetapi saya sampai merinding begitu tahu di Bumi ini masih ada manusia baik seperti dia. Berpretasti tapi rendah hati, brilian tapi tidak menganggap remeh orang lain, sukses tapi tidak lupa diri dan sering membantu orang lain," sebut Gerrard.
Terbaru meski gajinya dipangkas imbas dari Pandemi Covid 19, Jurgen Klopp akan membuatkan medali berbalut emas pakai dananya sendiri untuk para pemain yang tidak kebagian medali juara liga Inggris. Seperti diketahui pengelola premier league hanya akan memberi 40 medali bagi Liverpool.
"Saya akan membuat medali pakai dana pribadi bagi anak-anak sekalipun mereka sama sekali tidak bermain. Karena mereka juga bagian dari skuad dan sejarah tim ini. Mau mereka baru bergabung atau sudah lama, mau mereka pemain bintang atau hanya tukang pungut bola semua akan dapat medali. Ingat sukses Liverpool bukan karena satu orang tapi kerja tim," seru Klopp.
Tahun lalu ketika Liverpool menjuarai liga champion Eropa. Klopp juga ikut merogo kantong pribadi untuk memberikan bonus bagi semua kru Liverpool. Bahkan hingga fans ikutan kena cipratan duit sang pelatih.
Tulisan ini sengaja saya publish. Untuk sekedar memberi pencerahan bagi kita. Bahwa berbuat baik itu tidak melihat situasi dan kondisi.
Jurgen Klopp telah membuktikan bahwa kebahagiaan yang hakiki itu, bukan semata karena capaian, keberhasilan, kesuksesan. Tetapi juga soal kepribadian yang baik.
Banyak diantara kita yang sering lupa bahwa apa yang telah kita peroleh, sukses, kaya, punya jabatan dan kekuasaan itu karena sokongan orang lain.
Sayang di bumi ini masih banyak manusia egois. Dan bahkan secara terang-terangan menjadikan Covid 19 sebagai dalih untuk memutus rasa peduli terhadap sesama.
Sungguh keterlaluan! Kita sering mengukur bantuan hanya kepada orang yang kita anggap dekat saja. Padahal ada begitu banyak orang di sekitar kita yang mungkin tanpa kita sadari telah memberi kontribusi bagi keberhasilan kita.
Kita bahkan cendrung merasa takut kekurangan kalau berbuat baik. Padahal kebaikan itu adalah sumber sukacita dan kebahagiaan hidup.
Belajar dari seorang Jurgen Klopp, dia telah menunjukkan pada kita. Bahwa tidak ada yang perlu diperdebatkan ketika orang itu memang baik. Ingat kawan, orang yang diberkati dan disenangi orang lain. Adalah mereka yang tidak hanya jago berhitung, mengali, menambah tapi senang berbagi.

Komentar
Posting Komentar