Kenapa Gereja Kalian Cemari
"Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Ucapan ini keluar langsung dari mulut Tuhan Yesus, setelah melihat rumah ibadah dijadikan tempat berdagang.
Sudah cukup rasanya gereja dipakai untuk menjadi ajang dagangan politik. Seperti kehilangan nurani pemimpin yang ngaku hebat di daerah ini, bahkan secara terbuka berkampanye di atas altar gereja.
Parahnya mimbar gereja digunakan demi menyerang saudara seiman..Sungguh dengkul moral pemimpin hebat ini. Seperti merasa Tuhan.
Orang seperti ini, pada akhirnya akan mendapat karma. Bukan dari saya dan jemaat tapi dari Tuhan. Seperti tertulis dalam alkitab, "Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan."
Ayo kawan kita bergerak agar, "Rumah Tuhan" dikembalikan sebagaimana fungsinya yaitu "Tempat Ibadah".
Mari kita mulai gerakan berani memprotes siapa saja yang memanfatkan mimbar gereja untuk ajang politik, tak peduli sekalipun jabatannya gubernur atau bahkan memviralkan video jika ternyata dia menggunakan gereja tidak sebagaimana mestinya.
Pemimpin seperti itu sejatinya sudah menghina fungsi hakiki gereja sebagai rumah Tuhan, menghina apa yang diajarkan Tuhan Yesus mengenai tempat ibadah.
Jangan terjadi lagi tekanan pemimpin kepada pendeta, pelayan khusus dan jemaat hanya karena berbeda pilihan. Muak melihat pemimpin tak bermoral seperti itu.
Mari kita "bersihkan" gereja dari tangan-tangan kotor yang mencemarinya. Sudah saatnya bergerak, bersuara. Jangan lagi diam. (jeklyMS)
Komentar
Posting Komentar