Level Tertinggi

 



“Bro berkat itu gak usah dikejar, dia pasti datang asal kita terus berusaha dan berkarya, tetapi jangan lupa bersyukur dalam keadaan dan situasi apapun." 
Itu wejangan mahal seorang kawan, ketika tadi saya minjam uang padanya, tapi kata dia gak usah diganti.
Kebetulan hari ini saya harus bayar tagihan kartu halo, lisrik sama cicilan laptop, karena sudah jatuh tempo.
"Ah, lumayan sudah dapat duit. Eh, dapat ilmu sekalian ilham buat tulisan," kataku dalam hati bangga.
Lagi minum teh herbal anti asam lambung. Saya kemudian mulai ngetik pakai laptop. 
"Benar memang kata kawanku itu, berkat itu seperti karma. Kita baik, sering berbagi dengan orang lain. Maka kita akan dapatkan berkat dari orang baik, tentu saja berkat itu baik. Tapi sebalinya jika kita berhitung dan menakar untuk berbagi berkat pada orang, pasti nanti kita akan merasakan kesulitan sendiri...
Saya merenung. Hidup itu gak perlu banyak angan, malah menambah beban. Tuhan tahu kok kapasitas hambaNya, maka ia diberi berkat sesuai porsinya. Tidak lebih dan tidak kurang.
Saya baru sadar. Itulah kenapa banyak orang berhitung dan menakar melakukan kebaikan. Karena ia selalu mengukur seseorang dengan mata, bukan dengan hati yang terbuka..
Ah, sudah sampai diujung tulisan. Enaknya kerjaan di rumah, apalagi kalau kondisi kantong lagi seret. Ego dan ambisiku seperti dijinakkan, bahwa sesungguhnya. Nilai baik itu jauh lebih berharga dari apapun juga.
Benar kan? Ketika minjam uang tadi, bukannya minta dikembalikan pakai bunga, tapi malah dikasih kawan baikku.
Ketika saya tidak mengharapkan, kawanku itu ternyata memberi, mungkin uang satu juta setengah itu tak seberapa bagi dia, tapi bagi saya itu sangat berarti, meski besok juga kebutuhan lain sudah menanti beli beras, bayar spp anak, tapi kata Tuhan, 'anakKu jangan kuatir tentang hari esok'.
Terima kasih Tuhan, Engkau kembali memberi saya pemahaman konsep bersyukur dalam setiap keadaan.
Bagi saya sabar sudah bukan lagi level saya, karena batas sabar adalah ketika saya selalu bersyukur, bahkan dalam situasi yang paling sulit dalam hidup.
“Sabar itu level spiritual orang dengan keyakinan terendah, Syukur itu level menengah dan berbagi itu adalah level spiritual tertinggi dalam kehidupan..”
“Manusia itu bukan diukur dari seberapa banyak yang ia punya, tapi dari seberapa mampu ia memberi tanpa berhitung..” (jeklyMS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?