Doa
"Tuhan, betapa engkau sungguh baik, sangat baik, teramat baik dalam hidupku ini, nafas hidup kembali engkau berikan..
Pagi ini doaku meluncur spontan. Setelah buka gorden jendela dan melihat indahnya pagi, cuaca cerah, tidak seperti hari sebelumnya mendung...
"AnakKu, Aku mengasihi engkau lebih dari apapun.." Ah, jawaban yang membuat hati amat bahagia, ketika membuka sebuah ayat Alkitab via smartpone.
Kawan, kadang kita seperti ayam betina yang mau bertelur..terus2san teriak pekokkk...pekokkk..pekokkk..Saya sendiri bingung..ni ayam mau bertelur aja ribet dan ributnya minta ampunn...mau di kasih telur ya supaya diam...
Ohh iya, dia kan mau bertelur masa dikasih telur..Setelah mikir, saya baru sadar pekok2 si ayam betina itu karena nahan rasa sakit, mana telurnya udah mau keluar..ehh setelah telurnya keluar..ayam itu jadi tenang berasa kayak menang..
Kawan, tanpa sadar kita sering seperti ayam betina pas mau bertelur, teriak ini itu nggak karuan, apalagi saat sulit, sakit hati, merasa tak dihargai...
Padahal kalau perasaan itu kita keluarkan lewat doa dan ungkapan syukur kepada Tuhan, yakin, kita akan menemukan ketenangan, kebahagiaan, dan sukacita dalam jiwa...
Saya selalu percaya doa itu sumber jawaban, dalam rancanganNya dan rencanaNya, serta waktuNya pasti akan dipenuhi.
Selama doa yang kita panjatkan itu selaras dengan usaha dan karya kita, juga mesti sungguh2 ngak mengada-ada.
Masa doa ke Tuhan, doa bangun pagi, mau makan, tidur malam, mintanya, Pajero Sport, liburan ke Eropa, terus yang jomblo maunya dikasih Tuhan jodoh Agnes Monica..
Kawan, antara doa dan terkabulnya doa ada jarak menuju kesana. Karena itu, manusia harus berusaha dengan berjalan menuju tempat terkabulnya doa..
Ohh, terus mana jalannya? Itukan pasti yang mau ditanya..jalan saja di jalan bernama kebaikan, ketulusan, kerendahan hati, melangkah lurus saja di jalan itu.
Ngak usah nengok kiri kanan, karena di kiri kanan pasti banyak godaan ada saja jalan yang kelihatan rata, mulus, tapi ngak taunya di ujung jalan itu ada jurang, kemunafikan, amarah, iri hati dan kebencian..
Ingat kawan. Jarak doa dan terkabulnya doa pasti sebanding dengan kadar seorang manusia. Kadar itu meliputi usahanya dan kemampuannya menghadapi terjalnya jalan lurus tadi menuju kesana.
Jangan berhenti berdoa dan berusaha. Pada akhirnya -manusia menjadi bijaksana karena lamanya ia berjalan sehingga menemukan banyak pelajaran susah senang, tawa tangis, ceria cemberut. Hingga manusia akan memahami bahwa terkabulnya doa itu berwujud sempurna.
Kawan jawaban Doa kita kepada Tuhan. Tidak jarang meleset dan tak sesuai keinginan berdasarkan nafsu awal, tetapi berubah menjadi sesuai kebutuhan, sesuai fungsi.
Sebagai mahluk yang punya akal Budi, hikmat dan kebijaksanaan, terima jawaban setiap doa itu dengan ketulusan, jiwa akan bahagia dengan kesempurnaan doa yang terkabul, bukan bahagia semu yang malah merusak jiwa kita..
Ah, menarik. Baru kupahami bahwa wujud doa di awal bisa berubah dalam perjalanan.
Kita berdoa supaya dapat Pajero, tapi dalam perjalanan, kita bisa saja berfikir bahwa sepeda lipat yang tepat supaya kita lebih mudah sik sak.., melewati jalan berbatu, sempit dan kiri kanannya jurang...eh, taunya pakai sepeda lipat bisa lebih mudah sampai di tujuan kemerdekaan jiwa.
"Oh ya, Tuhan.. Apakah doa minta Pajero itu buruk, ngak bisa Engkau kabulkan?"
Kali ini Tuhan menjawab. "Bagimu mungkin mustahil, tapi bagiKu tidak ada yang mustahil"..
Yes..mandi dulu ni..
"Tuhan menilai doa seseorang lewat kesungguhan dan perbuatan baiknya.." (jeklymassie)

Komentar
Posting Komentar