Syukuri Saja Brother





Enak juga dengar lagunya, D'Masiv. Musiknya melow, slow, asoii..bikin telinga kerasan. Saya paling suka dengerin judul lagu, 'jangan menyerah', dengan penggalan lirik:
'Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
Dan tak kenal putus asa'
Ah, hati jadi tenang, pikiran merdeka, dengan jiwa terisi imun bahagia. Saya berasa sesenang mereka yang barusan di suntik vaksin Covid 19.
Tulisan ini, khusus untuk seorang sahabat yang dari kemarin, bolak balik kayak ping pong, minta saya gabung buat bikin buku citra berhasil, sukses, hebat, dan pujian level dewa bagi pemimpin di provinsi ini.
"Bro, kurang lebih hanya sepuluh sampai sebelas halaman yang jadi bagian bro..sisanya sudah ada yang ngerjain. Mau kan bro, lumayan bayarannya bisa buat beli sebiji motor"....
Dasar..padahal dia tahu saya ngak bisa nyetir motor..kalau dibawa motor si iya...
Begini brother, pada intinya saya suka menulis, dan itu sudah jadi passion (benar ya bahasa inggrisnya)...ah, terserahlah..
Tetapi maaf seribu kali, saya tidak bisa gabung untuk nulis buku sehebat itu. Karena gimana ya bro, kayaknya mood saya ngak bakalan jalan ketika nulis sesuatu tak masuk di hati, tak sejalanlah to the poinnya.
Maaf mungkin bro anggap saya kelewat GR...tetapi. Takutnya tulisan yang mau citrakan sosok itu malah rusak gara-gara saya ikutan nulis, eh bukan pujian malah nyinyiran, kan ngak elok, kok sudah dikasih sebiji, tulisannya malah bikin benci..
Saya manusia yang tidak sempurna brother, orang yang ngak mau duit itu coba di cek waras ngak...
Saya memang lagi berjuang, gimana si biar kayak kalian, rekeningnya wouwwww..ratusan juta. 
Tapi saya tidak mau mengkhianati rasa ini, terlebih saya sudah terlanjur buat komitmen hati menjunjung persahabatan selamanya tetap setia meski bisa saja sepihak hanya saya yang merasa, dengan Pak Vicky...
Bro, saya belakangan ini makin kaya ilmu sabar, syukur, berterima kasih. Meski uang pas2san buat hidupin keluarga..
Karena itu, ketika saya nulis buat beliau. Jemari ini mengalir saja, ngak takut salah, ngak takut beliau tersinggung, ngak takut beliau marah, karena saya tak terbebani apa-apa.
Saya juga ngak ragu dengan karakter baik beliau. Level hati, pikirannya sudah di tataran kalau boleh saya bilang nyaris seperti dewa, akan saya sebut seperti itu...
"Tu kan bro ditolak lagi, bagaimana hidup mau berubah kalau kamu gini cara pikirnya, sosok yang kamu bangga2in selama ini juga kan ngak baik-baik amat, apa bedanya kalau nulis buat pak ****, dia kan selama ini sudah terbukti hebat, ini sudah periode kedua loh"..
Kata  sahabat saya itu dengan nada kecewa, ketika saya secara halus menolak ajakannya itu. 
Kawan jujur saja, saya tidak ingin jadi orang munafik.
Benar, situasi saya penuh dengan musibah dan ujian, sehingga sulit rasanya menjadi pribadi bersyukur. 
Bisakah saya minta tolong? Brother ajari saya, gimana si rasanya jadi kaya tanpa ingkar pada komitmen hati untuk setia pada sebuah komitmen..
Ah, saya yakin kamu tak bisa menjawab pertanyaan saya itu. Saya hanya ingin berusaha menjadi pribadi tulus.
Brother, manusia itu banyak salah dalam memandang sesuatu...
Sudut pandang mu tentang diriku keliru besar brother. Karena kamu selalu berada di sudut pandang asal ada duit semua beres. 
Sedangkan sudut pandang saya lebih pada ketahanan hati, tidak mudah menyerah, dan menerima segalanya sesakit apapun itu..
Kamu juga tahu, kalau saya selama ini mungkin kurang dihargai oleh sahabat yang saya kagumi. 
Namun saya percaya, sahabat saya itu bisa jadi sedang menguji saya seberapa kuat, seberapa tegar, dan seberapa mampu bertahan dalam komitmen persahabatan..
Hingga pada akhirnya, saya akan terima ganjaran melebihi dari apa yang saya pikirkan..kalau nanti dihitung bahkan mungkin lebih dibanding jumlahkan digit nol di rekening brother ...wkwkwkwkk..
Ini brother. Ayo, saya ajarin bagaimana menjadi manusia yang bersyukur dan tak gampang menyerah untuk terus berbuat baik kepada sahabat dan orang lain..
Mau ngak? Mau aja ya, jadi gini brother kita sebagai manusia memandang sakit sebagai musibah, sedangkan Tuhan menaruhnya sebagai nikmat. 
Manusia memandang kemiskinan sebagai ujian, padahal kemiskinan adalah salah satu cara Tuhan dalam mengupas sisi keduniawian. Jika dengan miskin manusia baru bisa merasakan indahnya nilai-nilai dalam hidup, bukankah itu sesungguhnya kenikmatan yang tidak terkira? Saya sudah merasakannya brother...
Itulah kenapa Tuhan selalu berseru kepada manusia, 'anakKu jangan kamu kuatir, karena rancanganKu bukanlah rancanganmu, rancanganKu damai sejahtera loh, bukan kecelakaan.'
Kukirim tulisan ini kepadamu brother. Biar kita berdua sama2 tahu tentang hakikat hidup baik, mengasihi, berkomitmen dan bermanfaat bagi manusia lain.
Aku saat nulis ini lagi tersenyum.. 
Brother, pakai akal budi yang diberikan Tuhan kepada kita, untuk senantiasa setia.
Kalau perkara kecil saja saya sudah tak setia, bagaimana dengan perkara besar.
Brother, silahkan menulis tentang pemimpin yang kau kagumi itu. Dan saya tetap berkarya untuk sosok cerdas yang saya idolakan.
Kita berdua sejatinya sama, masih belajar menulis dan membangun narasi agar menjadi sumber kebaikan bagi pembaca kita masing-masing.
Brother, jika paham maksud tulisan saya di atas. Yakin de, rasa syukur akan selalu memenuhi dadamu, membuatmu selalu bahagia dan ikhlas atas semua hal yang kita lakukan. 
Saya bukan menolak sebiji motor itu, bukan karena saya lebih tertarik sebuah mobil, tapi saya ingin nikmat yang saya peroleh lewat jalur usaha sungguh, kerja keras dalam goresan kebenaran..
Brother, tidak mudah memang mempunyai sudut pandang seperti ini selain dengan melatih diri. 
Dan terkadang, hanya supaya saya mengerti, Tuhan harus menundukkan kesombongan manusia itu dahulu dengan mengupas segala berhala dalam diri manusia itu sendiri, baru kemudian pinta, permohonan kita dikabulkanNya.
Brother saya termasuk salah satu orang yang yakin dan percaya bahwa, 'bagi Tuhan tidak ada yang mustahil'.
Ah, entah butuh berapa lama, brother bisa menerima tulisan saya ini hanya untuk memahami hal sesederhana ini.
Perjalanan yang saya pilih ini memang melelahkan, menguras tenaga, dengan tetesan air mata. 
Tetapi saya bangga dengan pilihan ini, karena saya tahu sahabat yang saya kagumi itu sudah tertatar kebaikannya, ketulusan hatinya, kebesaran jiwanya...
Oke brother...ini tulisan saya. Mudah2han buku kamu dan kawan2 bisa segera selesai, saya pasti akan membacanya ditemani secangkir teh hangat dan sepiring pisang goroho, biar nalar ini jalan saat mengupas tiap halaman buku itu...
Sekali lagi mohon maaf atas sombongku, lancangku, percaya diriku, karena saya sama seperti kamu, ingin  berbuat baik saja untuk sosok yang kita kagumi...
Akhir kata, buatlah sesuatu yang bermanfaat, sebagaimana kita diciptakan untuk memanusiakan manusia lainnya. Jangan menyerah, selalu bersyukur dalam segala hal..God Bless ..



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?