Tuhan Tidak Berubah
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Ibrani 13:8.
Jika sahabat pernah menonton film Greyhound yang dibintangi aktor Tom Hanks, maka sahabat akan membaca ayat Alkitab di atas, tergantung di dalam kabin Kapten Ernest Krause yang dibintangi Tom Hanks.
Dalam film bergenre perang dunia kedua ini. Hanks merupakan seorang komandan koalisi internasional yang memimpin 37 kapal sekutu melintasi Atlantik Utara. Selama perjalanan tersebut, koalisi ini dihantui oleh potensi serangan dari kapal selam Nazi Jerman.
Tugas Kapten Krause (Tom Hanks), adalah menjaga dan menyelamatkan Kapal yang membawa seluruh perbekalan tentara sekutu.
Di akhir cerita film ini, Kapten Krause sukses menenggelamkan setidaknya empat kapal selam lawan.
Meski, di pihak sekutu sendiri ada kapal yang ditenggelamkan oleh kapal selama Nazi.
Alur ceritanya menarik, karena sosok Kapten Krause dikenal memiliki jiwa kepemimpinan yang baik.
Seluruh kru kapal Grayhound, dianggapnya sebagai sahabat dan keluarga. Setiap ada laporan, pekerjaan, maupun hidangan yang diberikan oleh koki kapal. Krause selalu mengucapkan 'terima kasih', bahkan dia rela memberi makanan istimewah yang sebenarnya untuk dia santap, bagi anak buah kapal.
Kata 'terima kasih' sebenarnya biasa saja. Tetapi menjadi luar biasa, karena diucapkan oleh seorang kapten senior sebuah kapal perang, yang biasanya memiliki sikap disiplin dan menjaga wibawa di mata anak buah.
Kapten Krause cerdas menyembunyikan rasa cemas, kuatir, takut di hadapan anak buahnya. Sebuah terpedo menghantam anjungan kapal, menyebabkan tiga anak buahnya tewas.
Kapten Krause sedih, namun dia tidak larut dalam kesedihan, karena ada tugas yang jauh lebih besar, menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa dan kapal lainnya.
Pribadinya yang takut akan Tuhan, telah memberi bukti bahwa tugas sesulit apapun itu akan baik-baik saja selama terus mengandalkan Tuhan.
Kapal Greyhound tiba dengan selamat, karya Tuhan dari awal perjalanan kapal, menghadapi ancaman musuh tidak berubah.
Sahabat potongan sinopsis film yang diangkat dari kejadian nyata itu. Bisa jadi telah dan sementara dialami oleh seorang pemimpin cerdas dan hebat di Sulawesi Utara bernama GS Vicky Lumentut.
Dalam perjalanan sebagai pemimpin Kota Manado, GSVL tidak selalu diperhadapkan dengan situasi senang, suka, bahagia. Tetapi dia juga diperhadapkan dengan ragam kesulitan, kekecewaan, kesedihan.
Namun, sebagaimana Kapten Krause. GSVL tahu bagaimana menyimpan perasaan sedih dan kecewa.
Dia senantiasa membawanya dalam doa dan pengharapan kepada Tuhan. GSVL meyakini penuh bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berubah.
Segala sesuatu yang terjadi dalam hidupNya merupakan rancangan dan anugerah Tuhan Yesus.
"Bagaimana mungkin saya bisa melewati segala kesulitan kalau bukan Tuhan berada di sampingku," begitu ucapan GSVL.
Dia mampu menata diri menjadi pemimpin yang melayani dengan kerendahan hati. Sebisanya dia mengucap terima kasih atau membantu orang-orang yang berjuang dan bekerja sama dengannya.
GSVL paham akan faedah dari sebuah kebaikan. Bahwa itu tak akan luntur karena fitnah, umpatan dan makian. Maafkan saja, ucap GSVL. Karena dengan memaafkan kita seperti mengisi jiwa kita dengan vitamin kebahagiaan dengan ungkapan syukur pada Tuhan.
Selalu sehat, selalu baik Pak Wali. Perjalananmu mencapai tujuan dan rencana kedepan masih panjang, kami sebagai kru yang engkau pimpin tetap akan senantiasa membantu dan mendukungmu.
Kami optimis cita-cita yang diniatkan dengan baik dan mengedepankan Tuhan, sesungguhnya akan tercapai dan tidak akan pernah sia-sia karena 'Tuhan Yesus akan menghapus air matamu diganti dengan tawa serta sukacita. Tuhan tidak berubah, Dia tetap sama, kemarin, hari ini, besok dan sampai selamanya'..(jeklyMS)


Komentar
Posting Komentar