Karena Dia Takut Akan Tuhan




'Mudah2han pemimpin Kota Manado yang baru tidak temperamental dan memiliki kepekaan diri penuh kasih serta takut akan Tuhan".
Itu harapan saya dan pasti dambaan seluruh rakyat Kota Manado. 
Sebagai daerah dengan keanekaragaman suku, agama dan ras. Walikota dan wakil walikota Manado baru, nanti akan diperhadapkan dengan dinamika situasi persoalan yang kompleks.
Di samping tuntutan membawa kota Manado maju serta rakyat sejahtera. Rasa aman dalam hidup damai juga rukun mesti terus dijaga.
Di sini akan terlihat bagaimana hikmat dan kebijaksanaan pemimpin Kota Manado yang baru. 
Jika menjalankan roda pemerintahan berdasarkan kasih serta sikap takut akan Tuhan, saya yakin apa yang direncanakan dan diprogramkan dapat berjalan baik karena tuntunan dan penyertaan Tuhan.
Milikilah sikap pemimpin melayani dengan hati sebagai hamba. Jadilah pemimpin pemilik jiwa besar, sedia mengampuni meskipun berhadapan dengan kritik bahkan cemohan sekalipun.
Ingat pemimpin yang akan diganti. Sudah sangat teruji dalam kapasitas pikiran maupun perbuatan. Dia bahkan rela dihujat, kemudian mendoakan mereka yang membenci dirinya. Kenapa dia bisa seperti itu, karena dia takut akan Tuhan.
Perlu digarisbawahi, bahwa Walikota Manado saat ini, DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, telah meninggalkan legacy yang sangat luar biasa, dan hanya bisa ditiru oleh pemimpin yang bertipikal sama. 
Memiliki kepribadian rendah hati, tahan uji dan setia pada Firman Tuhan.
Hari Minggu ini khususnya bagi warga GMIM kita sedang memasuki tata ibadah Minggu Sengsara III. 
Kita dihantar dalam pembacaan Alkitab di Kitab Kisah Para Rasul. Yang mengangkat kesaksian tentang seorang bernama Stefanus. 
Menurut riwayat Kisah Para Rasul, Stefanus adalah seorang diakon Gereja Perdana di Yerusalem. Dia selalu mengedepankan ajaran Kristus sebagai pondasi utama dalam hidupnya.
Stefanus tak gentar sekalipun harus berhadapan dengan pemuka agama dan masyarakat yang membenci ketika ada orang yang memberitakan kebenaran Yesus Kristus.
Stefanus bahkan rela mati demi mempertahankan iman percayanya kepada Yesus. Di sisi lain dia merupakan pelayan Tuhan yang sangat mengasihi sesama, tidak peduli sekalipun mereka membencinya Stefanus tetap baik, mendoakan dan selalu mengampuni.
Bahwa kemudian dia mati itu fakta, tetapi baginya kematian untuk Kristus tidak akan sia-sia karena mahkota surgawi telah menantinya.
Pemimpin Kota Manado nanti diharapkan bisa mencontoh sikap serta teladan Stefanus menebar kebaikan dan sedia memberi maaf kepada orang lain, Semoga..
"Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ”Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ”Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia" Kisah Para Rasul 7:59‭-‬60. (Jekly Massie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?