Terima Kasih GSVL



"Kadang kita ini jadi rakyat durhaka.."
Saya tiba-tiba membuka pembicaraan ditengah riuhnya obrolan di rumah seorang teman usai perayaan HUTnya yang diadakan sederhana.
Mereka terdiam. "Kenapa ?" Tanya seorang teman heran. Saya lalu melanjutkan.
"Entahlah..dulu kita rakyat Manado minta Tuhan memberi pemimpin yang takut akan Tuhan, menguasai dan bisa menjalankan roda pemerintahan bukan preman yang main sambar uang rakyat, pekerjaannya terukur dalam takar profesional birokrasi bukan pemimpin yang memanfaatkan jabatan buat bisnis, dan gemar melayani rakyat dalam suka maupun duka.
Lalu Tuhan memberikan seorang GSVL..
Orang yang dari penampilannya, cara berpikirnya, pola tindaknya, pengalaman seabreknya membuat kita kagum. Tapi masih ada keraguan saat itu, apa benar dia pemimpin yang tepat untuk bisa membawa Manado kearah yang lebih baik?
Perkiraanku ternyata tidak keliru. GSVL dengan berani membuat ragam terobosan, dibuatnya Manado menjadi kota maju bahkan bisa bersaing dengan Kota Makasar yang selama ini jadi parameter kota terbaik di pulau Sulawesi.
Dia bekerja tak kenal lelah. Seluruh program kerja pemerintah dipantau dan diawasinya ketat. SKPD diberinya tanggungjawab berat membawa visi dan misi membangun Kota Manado, bukan dijadikannya alat mencari untung pribadi.
Paradigma mengenai fungsi ASN diperjelas oleh GSVL, bahwa pelayanan publik prima itu yang selalu diutamakan. Hingga kemudian Manado menjadi kota percontohan pelayanan publik terbaik se-Indonesia.
Tidak sampai di situ, seluruh penghuni kantor walikota. Ditantang GSVL untuk berani berkreasi atau berinovasi, sebagaimana standar baku yang diterapkannya selaku seorang birokrat. Hingga kemudian Manado disebut kota dengan inovasi terbaik dunia lewat  keberhasilan membangun contact dan service center.
Tidak cukup. GSVL sukses menjaga stabilitas keamanan di era kepemimpinannya selama dua periode. Yang kemudian membawa Manado menjadi kota paling toleran, aman dan rukun se-Indonesia.
"Itu baru beberapa keberhasilan. Kalau saya sampaikan satu persatu, waktu kita ngak bakalan cukup..
Lalu seorang teman bertanya. "Lantas kenapa bro menyebut kita durhaka?
Dia menengok padaku dengan wajah agak kikuk..
Saya kemudian menjawab. "Lihat, semua prestasi GSVL. Bisakah semuanya kita  hitung dengan jari?  dia bereskan semua hal, dia bangun keadilan sosial, dia mengubah cara pandang bahwa seorang pemimpin itu sejatinya melayani..
Tapi pernahkah ada yang mengucapkan padanya kata 'terimakasih'? Sekedar sebagai ucapan atas kerja kerasnya selama ini ? Tanyaku.
GSVL pasti tidak perduli hal itu, tetapi seharusnya kita tahu diri. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia dicaci, di fitnah sana sini, dihinakan tanpa henti, bahkan keluarga kesayangannya pun dibenci. Dia dihujat..
"Dan lihat kita diam saja tanpa bergerak untuk membelanya...
Ah, lantaran terlalu menggebu, saya baru sadar kata2 saya itu mungkin sudah menyinggung perasaan teman2ku .
Tapi sudahlah, mau mereka tersinggung, marah, yang penting saya berkata benar..
Mulut ini hanya ingin menyampaikan hal positif.. Saya tidak dibayar ratusan juta hingga miliaran, atau dikasih proyek kanan kiri, hingga membela GSVL secara berlebihan dengan mulut berbusa-busa.
Iya, mendengar ocehan beberapa teman yang sering bercerita negatif soal GSVL. Saya anggap mereka itu bagian dari pemilik watak sombong, dan berkarakter egois, hingga kurang bersyukur.
Ketika Tuhan sudah mengirimkan orang yang benar, kita bukannya mendukung untuk memperkuat morilnya. 
Kita malah membiarkannya bertarung sendirian tanpa keinginan untuk memberikannya semangat, 
'Pak Vicky, jangan takut. Kami ada dibelakangmu. Teruskan kerjamu, dan jangan surut dengan cita-citamu kedepan untuk membawa Sulut lebih baik dan sejahtera..
Waktu berbincang kami hampir habis. Saya kemudian pamitan kepada kawan yang berUltah..
Tapi sebelum beranjak saya masih sempat berkata..
"Ingin rasanya turun ke jalan, membentangkan spanduk besar-besar bertuliskan, "TERIMA KASIH, GSVL" untuk baktimu sebagai anak negeri telah memajukan Kota Manado tercinta..
Saya lalu melambaikan tangan untuk pulang. Obrolan kami di Ultah teman itu terus terngiang. 
Mungkin aku juga adalah rakyat yang durhaka. Yang tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih dan masih sedikit memberi dukungan untuk GSVL..
Tapi di sisi lain saya bangga. Bisa berkontribusi positif bagi sahabat yang saya kagumi..
Bagiku, dia bukan sekedar teman, tetapi telah kuanggap kakak, guru dan orang tua saya..
Saya akan terus memperjuangkannya dengan cara saya tentu saja. Hingga kelak impian saya dan mereka, GSVL bisa memimpin bumi nyiur melambai terwujud..
Terima kasih pak.
Saya tutup tulisan saya malam ini dengan sebuah quote bijak..
"Kemenangan memang hebat, tapi jika kita benar-benar akan melakukan sesuatu dalam hidup ini, rahasianya adalah belajar bagaimana menyikapi dengan tegar kegagalan dan kekalahan. Tidak ada manusia di muka bumi ini yang tak terkalahkan sepanjang waktu. Jika kita bisa melewati itu, yakin dalam pertolongan Tuhan kita akan menjadi juara suatu hari nanti"..(Jekly Massie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?