Asal Jangan GSVL




Ada beberapa kawan minta saya menulis untuk menangkis serangan bagi Walikota dua periode Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA.
Sebenarnya saya sudah berapa kali menulisnya, dan terima kasih setelah saya cek pembacanya lumayan banyak, meski tak sebanyak orang yang baca berita sebuah media online soal nama RS Ratumbuysang telah berubah jadi nama...Ah..sudahlah..
Berapa anggaran RSUD itu, apa tidak ada yang ditilep?...tu kan saya malah jadi penasaran..
Oke lanjut...kawan. Saya ingin menulis biasa saja, seperti biasa. Kosa katanya sederhana biar mudah dipahami.
Ketika saya menulis soal GSVL, saya sudah yakin seratus persen ada beberapa orang yang agak tak lengkap otaknya. Selalu membully saya..tapi tak apa. Buka akunnya saja tak jelas, jadi saya anggap mereka itu dibayar buat akun untuk jadi bahan propaganda hebat... 
Tahukah kalian, saat ini bahkan bawahan GSVL yang dulu menerima SK dari dirinya, kini balik melawan GSVL. Tahukah kawan, ada segelintir pejabat di Pemkot Manado, bahkan mulai bertindak kebablasan..
Demi harta dan jabatan segala cara mereka lakukan. Dan paling parah ada yang secara terbuka 'menyerang' GSVL. 
Itu baru dari bawahannya. Belum lawan politik GSVL, yang cendrung pakai cara bar2 untuk menjatuhkannya 
"Kalau agama, politik, tak mempan. Coba de giring isu politik ke sisi hukum dengan menuding GSVL korupsi, sama2 kita cari kutu, kan kita hebat kalau soal cari salah orang..mulai dulu dengan incinerator alat pembakar sampah, yang lainnya nanti menyusul.."
Saya hanya senyum dengan celoteh seorang kawan katanya GSVL akan diperiksa penegak hukum, soal alat pembakar sampah..
Ini cara pikir ngawur...Kawan, alat pembakar sampah itu diadakan atas gagasan dan ide pemerintah pusat. Terutama untuk mengurangi debit sampah di TPA Sumompo yang sudah tidak bisa menampung sampah dalam jumlah besar...
Maka diadakanlah alat pembakar sampah di TPA kecamatan. Ini bukan cuma di Kota Manado, kota lainnya juga ada..
Fungsinya, bukan hanya membakar sampah. Tapi bila dikembangkan bisa menjadi alat pembangkit listrik tenaga sampah...
Sayang dalam prosesnya, keberadaan alat pembakar sampah untuk dikelolah menjadi tenaga listrik belum bisa berjalan maksimal, karena tahun lalu Pandemi Covid 19 merebak.
Begitu juga pembiayaan bahan bakar untuk incinerator, digeser ke pembiayaan bagi rakyat terdampak Covid 19.
Apakah GSVL sengaja membiarkan incinerator tidak berfungsi, atau dia mengeruk untung dari pengadaan alat itu.
Kawan saya boleh garansi, GSVL bukan tipikal orang gila harta. 
Yang jadi pemikirannya kala itu, yakni bagaimana sampah di Manado bisa dikelola dan bermanfaat bagi rakyat, sekaligus agar sampah dibuang ke TPA Sumompo yang lahannya terbatas dan sudah tak representatif berkurang. 
Jadi sekali lagi kawan, alat incinerator itu diadakan GSVL bukan tiba saat tiba akal. Prosesnya juga mengikuti aturan, dan diaudit oleh BPK serta diawasi oleh kejaksaan.
Ingat kawan pengadaan incinerator  telah tertuang melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2016, pemerintah menetapkan percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah menggunakan teknologi proses thermal incinerator atau pembakaran.
Nah loh...itu merujuk pada Perpres, bukan seenak perut GSVL melakukan pengadaan alat pembakar sampah...
Ada lagi yang perlu saya jelaskan kepada kalian soal alat pembakar sampah ini?
Kawan, GSVL itu walikota dan pelayan khusus jemaat. Jadwal hariannya sangat padat, tidak mungkin tiap hari dia ke Malendeng melihat alat pembakar sampah..itu tugas bawahannya baik di dinas maupun kecamatan...
Cukup ya, soal incinerator...tapi kalau ada yang masih penasaran. Nanti saya jawab langsung di inbox Medsos..
Ohh iya...kan ada uang retribusi sampah...kemana duitnya...kalau itu silahkan kawan tanya ke camat atau instansi terkait. Sungguh, GSVL tidak mengurus retribusi, setoran atau apalah istilahnya. Semua diserahkannya ke instansi terkait...karena dia percaya semua anak buahnya orang baik..😁😁
Kawan, saya tidak menjadi kaya raya karena mendukung atau selalu menulis tentang GSVL. Bagi saya komitmen mendukung beliau,  atas dasar, 'karena beliau orang baik'. 
Apakah saya digaji. Ya, saya digaji. Tapi kalau ikut gaya hidup hebat kalian, yang hari ini di pantai Kuta Bali, besok di  Raja Ampat, lusanya balik Manado sambil posting lagi nikmati sunset dari kamar Hotel Arya Duta...gaji saya mungkin setengah dari bayar sewa hotel semalam..
Tapi apakah saya kecewa. Tidak kawan! Karena kebaikan yang kita lakukan sejatinya akan mendatangkan kebaikan juga, karena saya orang yang percaya bahwa berkat itu senantiasa dihadirkan Tuhan pada orang yang sabar dan senantiasa bertekun dalam doa..
Tidak apalah, karena bagi saya menulis sudah jadi passion untuk menuangkan apa yang saya pikirkan, mungkin bukan untuk menyenangkan banyak orang..tapi memberi inspirasi dan motivasi bagi sedikit orang sudah lebih dari cukup..
Saya bangga karena hampir setiap hari ada saja yang minta dibuat tulisan soal GSVL atau cerita tentang kehidupan..

Oke balik ke GSVL. 
Sejak kemunculannya di dunia politik, GSVL sudah menjadi sosok yang paling dikagumi rakyat Sulut. 
Ia seperti Ahok dulu ketika menjabat Gubernur DKI, dalam sosok dan tujuan yang berbeda. Jika Ahok ingin menjadikan Jakarta menjadi kota metropolitan, GSVL ingin menjadikan Manado kota paling toleran dengan tagline 'Salam Rukun'. Karena kata GSVL kalau daerahnya aman dan damai dengan sendirinya pembangunan di Manado akan berjalan baik bagi kesejahteraan rakyat.
GSVL sering menggunakan baju dengan tulisan "salam rukun".  Yang bisa berarti Wibawa orang Manado dia jadikan sebagai ideologi bahwa sudah seharusnya kerukunan menjadi pondasi kehidupan bermasyarakat, sehingga memiliki kebanggaan, mampu tegak dengan kepala berdiri..
Karena itulah, di kota Manado, ia menghiasi dengan begitu banyak identitas kerukunan yang sempat terkikis, karena perbedaan suku, agama dan ras. 
Taman berkat dibuatnya dengan memuat seluruh miniatur keanekaragaman agama di Manado. Dia juga menebar tagline, 'Manado Kota Doa' dan 'Manado Kota Rukun'.
Tapi apa yang dia lakukan mendapat banyak tentangan dari kaum hebat, yang  takut apa yang GSVL lakukan akan menghalangi tujuan yang ingin mereka capai, mendulang materi, dan mengejar kekuasaan. 
GSVL itu sangat welcome dengan kritik, terhadap pembencinya dia juga tidak balas menghujat, malah memaafkan. Sehingga kadang dia tidak sadar bahwa ada yang ingin memanfaatkan kebaikan dan sifat pemaafnya itu..
Namun di sisi lain, GSVL sangat tahu itu. Dan ia terus berjuang tanpa takut dan lelah untuk menunjukkan, bahwa pemimpin itu hakikatnya seperti ini, melayani bukan dilayani, membantu orang lain bukan menjatuhkan orang lain, menjadikan gereja sebagai bagian pemberian diri bagi pelayanan kepada Tuhan, bukan dijadikan sarana untuk mencari popularitas demi melanggengkan kekuasaan duniawi. 
GSVL seakan ingin membangun kembali moto dan filosofi  pahlawan nasional asal Sulur, Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. "Si Tou Timou Tumou Tou'..
Manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain..
Dan karena itu GSVL dianggap musuh utama kaum berbaju merah.. Panah-panah fitnah meluncur kepadanya tanpa ampun. Nama baiknya sengaja dijelek-jelekkan biar rakyat tak respek lagi padanya.
Malah ketika diakhir masa tugas dia menitip pesan agar salam rukun terus jaga.   Sebagai pengingat identitas Manado, mereka malah balik melibasnya dengan kata 'salam hebat'.  GSVL dicerca. Karena bagi mereka kata 'hebat' jauh lebih penting dibanding kata 'rukun'.
Sekali lagi. Tidak mudah memang menjadi seorang GSVL pada posisinya, sekalipun nanti dia sudah tidak menjabat Walikota Manado. 
Apapun yang akan dia lakukan nanti tetap akan ada yang berusaha menghadang. Tapi saya tahu karakter GSVL, ia malah menganggap itu sebagai tantangan dan ujian dalam hidup.
"GSVL musuh orang hebat.." adalah stigma yang dilekatkan kepadanya oleh pembencinya. Padahal ia tercatat sebagai bagian dari pemimpin terhebat, terbaik, tercerdas yang pernah ada di Sulut.
Pilkada Sulut 2024 memang masih tiga tahun lagi. Namun lawan semakin takut, khawatir GSVL akan memperluas wilayah perangnya dan pengaruhnya. Mereka yang hebat  kemudian bersinergi dan mengeluarkan satu resolusi, "Asal jangan GSVL.."
Apakah posisi GSVL terjepit. Tidak kawan, dia juga punya insting dan strategi politik brilian. Dia tahu kapan diam, dan saat mana untuk bergerak.
Dari dulu, berbagai cara dilakukan untuk menjegalnya supaya tidak sampai ke kursi pemerintahan, bahkan oleh orang yang dulu ia anggap kawan.
Tapi lihat saja posisinya selaku Walikota tidak goyah, bahkan kalau saja undang-undang mengatur periode masa kepemimpinan kepala daerah bisa 3 kali. Pasti tahun lalu dia terpilih kembali.
Musuh akan bingung menyerangnya dari mana, sehingga mereka terpaksa harus mengeluarkan tagline "Bukan orang hebat jika memilih GSVL.."
Rekam jejak perjuangan GSVL diawal masa pemerintahan tahun 2010 silam, untuk mengembalikan jati diri Manado, akibat pembangunan yang jalan di tempat dan korupsi terstruktur dan masif bukan rekam jejak yang pendek dan mudah. Lebih dari 10 tahun ia bergelut dengan segala fitnah dan hadangan.
Saya ibaratkan GSVL adalah "vaksin" untuk menghentikan penularan "virus" nafsu pemimpin yang hanya mengejar harta, jabatan dan popularitas yang sudah mengakar di Sulawesi Utara. 
Oleh itu, mereka yang terusik, mulai membangun narasi. GSVL harus dihalangi dan dihadang sedari sekarang dengan segala cara, karena jika ia memimpin nanti, maka agenda besar menjadikan bumi nyiur melambai ladang cari untung, dan membangun dinasti kekuasan  akan hancur berantakan..
Kawan. Saya selalu berdoa GSVL bisa melewati sengsara dan derita yang dia alami hingga berhasil dengan perjuangannya, karena membaca dirinya seperti membaca kisah petualangan yang tidak ada habisnya. Rekam jejak tidak pernah menipu karena ia bercerita apa adanya, bukan karena hasil polesan di media sosial saja..
"Seorang pemimpin pelayan seperti Penatua (merujuk pada sapaan akrab ratusan ribu anggota P/KB Sinode GMIM pada GSVL) enda akan pernah goyah karena Tuhan bersama penatua.." Begitu kata papa saya ketika kemarin bercerita soal GSVL. Dan saya memahami artinya. Bahwa berjalan bersama Tuhan, semua jerih payah GSVL tidak akan sia2 
Selamat berjuang, GSVL. Engkau pahlawan masyarakat Sulut sejatinya. Hanya tidak banyak yang mengenali dan memahami apa yang engkau lakukan untuk tanah kelahiranmu ini..tugas saya dan mereka untuk meyakinkan rakyat tentang siapa diri mu dan bagaimana cara kerja cerdas mu sebenarnya..
#tetapsetiaterusbergerak. (jeklymassie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?