Pemimpin Yang Merasa Cukup


Tinggal menghitung hari, Walikota dua periode Kota Manado, DR Ir Godbless Sofcar Vicky Lumentut SH MSi DEA akan segera menuntaskan masa tugas selaku Walikota Manado. Berdasarkan perintah undang-undang masa jabatan kepala daerah dibatasi hanya 10 tahun atau dua kali menjabat.
Selama 10 tahun memimpin Kota Manado, dilihat dari sisi materi GSVL tidak memiliki kekayaan melimpah apa yang dia miliki secukupnya saja, dibanding kepala daerah lain yang sudah dua periode berkuasa harta GSVL mungkin yang paling sedikit. GSVL bukan juga seorang pengusaha yang kemudian alih profesi sebagai politisi. Dia berkarir sebagai seorang birokrat.
Sebagaimana dirinya. GSVL melatih dan mengajar anak-anaknya agar kelak menjadi manusia yang berguna dan berbahagia. Dia tidak mendoktrin anak-anaknya tumbuh menjadi kaya dan berambisi pada kekuasaan.
Seperti namanya, 'Godbless'. Tuhan memberkati keluarga GSVL sehat dan anak-anaknya kini mempunyai pekerjaan sendiri-sendiri, mereka dididik mandiri tidak tergantung dari bapaknya. 
Pada titik ini, seorang GSVL sudah merasa cukup, tidak perlu menumpuk harta segunung untuk tujuh turunan. Tidak perlu sibuk membangun tirani dalam sebuah kekuasaan. Tidak perlu cemas memikirkan anaknya terlibat narkoba ataupun kejahatan yang memalukan nama keluarga. Istri setia yang mendampinginya kemana-mana dan kebahagiaan ketika bersama cucunya jalan-jalan. Sudah cukup bagi GSVL itu merupakan kebahagiaan tak terhingga.
Pada titik ketika dia merasa sudah cukup memberikan yang terbaik selama sepuluh tahun memimpin Kota Manado. Ia bukannya kendor melayani masyarakat. GSVL terus bekerja sambil menyumbangkan gagasan pemikiran positif, bicara tentang kebaikan, kebijaksanaan, dan hikmat yang ia punya.
Ini merupakan tindakan dan pola pikir yang jarang dipunyai oleh kepala daerah lain di Sulut bahkan Indonesia.
GSVL meyakini apa yang ia kerjakan hingga tugasnya benar-benar berakhir akan meninggalkan legacy baik dan bermanfaat. Ia ingin meninggalkan nama baik dan sejarah akan mencatat bahwa di Kota Manado pernah ada pemimpin cerdas, pemimpin pelayan, pemimpin yang takut akan Tuhan. 
Itulah kenapa saya menjadikan GSVL sebagai role model, sebagai panutan, teladan, bukan hanya bagaimana menjadi seorang pemimpin saja tetapi bagaimana bertindak sebagai seorang ayah kepada anak-anaknya.
Dan semua itu adalah fakta tanpa melebih-lebihkan. Saya sendiri heran, alasan apa yang membuat segelintir orang yang mengaku hebat sangat benci kepadanya. Padahal semua bukti kebaikan yang ia lakukan terhampar nyata.
Saya sendiri baru sadar. GSVL bisa menjadi pemimpin yang baik dan memegang teguh janji melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggungjawab. Karena ia selalu berterimakasih dan tak pernah berhenti mengucap syukur kepada Tuhan, dalam segala situasi dan kondisi.
Dari kata cukup dalam hidupnya itulah, kita bisa menaruh harapan padanya untuk menjadi pemimpin pelayan untuk Provinsi Sulut kelak. Kiranya Tuhan selalu memberkati GSVL dan keluarga.
"Ingat pak Vicky. Seperti secangkir kopi, bapak tidak perlu menaikkan harga supaya orang bisa menilai diri bapak. Nilai diri bapaklah yang menentukan seberapa berharganya bapak"...(JM)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?