GSVL Dalam Cerita



GSVL kalu boleh saya ibaratkan seperti penulis buku.
Buku lama yang ditulisnya, telah dilepas. Kini dia membuat buku baru. Halaman awal mulai ditulisnya secara telaten.
Dia berharap seperti buku lama yang lalu. Buku baru ini akan minim dari kesalahan penulisan, kata perkata, kalimat perkalimat, halaman demi halaman, bab demi bab akan dibuatnya secara presisi. 
Nanti kalaupun ada sedikit salah, itu biasa dan bisa ditolerir, lah penulis juga manusia yang tidak sempurna.
Babak baru dalam hidup seorang GSVL  dimulainya. Setelah masa jabatan selaku Walikota dua periode Manado resmi dilepas.
"Pak setelah melepas jabatan Walikota dua periode. Apa yang bapak mo beking..?
Itu tanya saya, ketika bersua dengannya berapa waktu lalu.
"Mengalir jo Jek. Lepas jabatan walikota. Fokus di pelayanan kepada jemaat, bakobong, sekalian jadi pengamat.."
Kren..GSVL sebelum pensiun sebagai walikota. Memang sudah mempersiapkan diri, mengenai apa yang akan dia lakukan mengisi waktu dan merencanakan untuk masa mendatang. Meski perjalanan itu sendiri sifatnya rahasia, hanya Tuhan yang tahu.
Prioritas utamanya yakni melayani Tuhan. GSVL, tidak membantah. Jika selama ini pelayanannya selaku Ketua Pria Kaum Bapa Sinode GMIM, sering harus berbagi waktu dengan tugas-tugas selaku kepala daerah.
"Waktu lalu hari Minggu memang saya fokus melayani jemaat. Sedangkan di hari senin sampai sabtu, harus pintar2 atur waktu pelayanan dan tugas di pemerintahan, maaf mungkin ada pelayanan yang saya abaikan," sebut GSVL.
Satu waktu saya dan GSVL duduk ngobrol di rumah mini yang sejuk di Tomohon. 
Pikiran ini spontan kemudian memberi pendapat liar.
"Bapak belum bole pension. Soalnya tiga taon waktu pende sekali. Siap2 pak maju di Pilgub.."
Dia hanya senyum. Sambil wajahnya sesekali terlihat menerawang. Seolah bertanya, "apa iya, saya bisa. Apa iya, Tuhan berkenan.."
Mungkin itu yang ada dibenaknya. Maaf saya hanya menerka saja. Karena memang selama ini dalam menjalankan tugas, mau itu sebagai pemimpin Manado, atau selaku Ketua P/KB Sinode GMIM. GSVL dalam tiap mengambil keputusan, dia selalu meminta petunjuk Tuhan.
"Jika Tuhan berkenan, sementara ini fokus jo dulu di pelayanan Jek.." itu kata dia spontan.
Dia kemudian lanjut bicara. Dan kubiarkan dia bercerita. Lebih baik menjadi pendengar yang setia, karena lawan bicara saya adalah seorang yang level kecerdasannya tak usah diragukan lagi.
Bagi saya dia adalah buku cerita menarik yang tidak ada habisnya jika dibaca.
Dia adalah sejarah Manado, Sulut, Indonesia bahkan dunia. Rasanya tidak akan pernah cukup waktu mendengar ceritanya selama beberapa hari dan mendengarkan semua perjalanan hidupnya dan petualangan karirnya.
Pernah ada seorang kawan bertanya pada saya. "Kawan kita mo bakudapa dengan GSVL ini. Beliau pe orang bagimana, soalnya dapa lia wibawa sekali dengan kalu bicara dorang bilang beliau pe kata2 ta ator nimbole salah kalu torang mo bacarita.."
Waktu itu saya senyam senyum sendiri. Kemudian saya balas.
"Enda apa2 bakudapa jo. Beliau berwibawa bukang berarti sombong. Beliau pe orang sederhana kong biasa2 jo sama dengan torang. Bacarita dengan beliau apa adanya jo kawan. Beliau itu pendengar yang baik.." Itu jawaban saya.
Benar usai bertemu GSVL. Kawan saya itu mengatakan, apa yang saya katakan sama persis dengan yang dia rasakan saat bincang dan bersua dengan GSVL.
Karena berapa tahun lalu. Hal sama saya alami. Saat saya pertama kali diajak bertemu di kediaman GSVL di Malalayang. 
Gugup, bingung. Yang ada di benak saya, apa saya harus pakai pakaian rapi. Terus kalau ngomong ke beliau kata dan kalimat harus ditata dulu sebelum diutarakan.
Ternyata prasangka saya keliru besar. Saya pakai pakaian rapi, terus baru dibeli lagi. 
Eh taunya, saat bertemu, beliau hanya pakai kaos oblong dipadu celana olahraga panjang. Seketika, tubuh ini berasa lunglai dan malu sendiri.
Bicara dengan beliau enak, mengalir dan bisa nyambung.
Ini sengaja saya tulis biar rakyat Sulut, yang belum pernah bersua atau ngobrol langsung dengan GSVL. Bisa mengetahui karakter GSVL sesungguhnya.
Cerita GSVL ini, tidak saya lebih2kan. Toh, saya juga menulis ini bukan atas dasar bayaran ratusan juta dan miliaran rupiah. Atau diberi mobil mewah. Seperti sangkaan segelintir orang..
Anehnya..setelah tahu hidup saya ternyata tak seperti yg mereka duga. Gosip lain sengaja dimunculkan, katanya saya orang bodoh. Mendukung orang yang tak bisa mensejahterakan saya. 
"Pe bodok sekali ngana bro. Orang laenk sama deng ngana lantaran dekat dengan kepala daerah, so kaya raya, dapa proyek kiri kanan, dorang pe orang se maso jadi pejabat kong dapa doi le. Kong ngana kasiang bro, helekan gaji masih tu om ba piara bebek di Langowan lebe banya. Kong masih bertahan. Ngana mo kase makang apa tu istri dengan anak2.." itu pesan masuk di inbox FB milik saya.
Ada banyak lagi. Tapi tak usah dibahas. Kalau ada yang nanya seperti itu. Saya sudah pernah menjawab lewat tulisan saya, silahkan cari sendiri..
Balik lagi ke cerita saya tadi. Ketika pertama kali bersua dengan GSVL.
Seketika. Runtuh semua anggapan saya kalau dia pemimpin jaga image, over wibawa, serta tutur kata pakai bahasa planet hanya dia sendiri yg paham, dan semua tata tertib yang melingkupinya. 
GSVL ternyata adalah orang yang fleksibel, sederhana, lugas, tidak pernah basa basi dalam berucap. Dan itu menjadikan obrolan berjalan dengan kocak. 
Saya tertawa terbahak-bahak mendengar ia menyindir, menohok sekaligus menampar perilaku tokoh-tokoh daerah ini. Saya seperti melihat diri saya sendiri ketika berbicara.
Dan Puji Tuhan, tulisan saya dibacanya, ternyata dia juga mendengar analisa-analisa saya tentang situasi politik dan kondisi pemerintahan di Sulut.
Terutama tentang bagaimana pergerakan sekelompok oknum pemimpin, yang memanfaatkan gereja untuk merebut kekuasaan, menjadikan jabatan sebagai ladang cari untung pribadi dan kelompok. Membangun dinasti politik. Serta mempertahankan popularitas dengan menghalalkan segala cara.
Termasuk bagaimana mereka berupaya menghancurkan lawan politik, dengan pakai istilah hebat, 'cari kutu'
Bangga. Jika sosok sekelas beliau saja setuju dengan pandangan liar saya dalam memetakan bagaimana situasi Sulut ke depan, tentu ada orang yang tidak setuju dengan pandangan saya, yang juga mirip dengan GSVL. Menceritakan ini. Posisi saya langsung tampak rapuh tanpa perlindungan.
GSVL menuturkan. Beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk mundur dari dunia politik, setelah tak lagi menjabat walikota. Tapi orang-orang terus berdatangan meminta ia untuk terus berkarya. Bahkan saat ini gaung agar beliau bersiap maju di Pilgub 2024 kian menggema. Karena beliau ini ahli strategi pemerintahan yang diakui bukan hanya di Sulut, tapi di tingkat nasional maupun Internasional.
Sekarang ini kegiatan utamanya melayani Tuhan. Dia ingin P/KB GMIM terus menjaga persatuan, dan makin giat melayani keluarga, jemaat dan masyarakat, demi kemuliaan nama Tuhan . 
"Sekali lagi ini murni panggilan hati melayani..tidak ada ajakan kepada P/KB GMIM untuk mendukung saya. Jadi mengalir jo, sesuai kehendak dan rencana Tuhan," cetusnya
Akhirnya, selesai sudah. Beliau telah menyelesaikan sebuah bab dalam buku hidupnya menjadi pemimpin 10 tahun Kota Manado.
Dia bersama keluarga memohon pamit kepada keluarga besar Pemkot Manado. Dan kepada seluruh rakyat Kota Manado.
"Makase banya kawan2 Pemkot. Makase banya rakyatku Kota Manado.." kata GSVL.
Saat membuat tulisan cerita tentang GSVL. Baru kali ini saya merasakan betapa sebuah tulisan mampu menembus sekat-sekat apapun juga. Membangun opini dan persepsi orang tentang siapa sebenarnya GSVL itu.
Dan saya akan terus berada di samping GSVL, selagi saya mampu, selagi saya sehat dan selagi pulsa data juga wifi di rumah bisa saya bayar, kan kalau ngak ada pulsa data atau wifi bagaimana saya upload tulisan dan ucapan harian beliau..😁
Dan mudah2han dapat kendaraan operasional. Biar kalau beliau ajak ketemuan bisa lebih cepat, dan cerita dari pertemuan itu bisa kembali saya tulis. Soalnya berat diongkos kalau saya harus bayar gojek, gocar. 
"Murah sih ojek atau naik mikrolet, tapi apa kalian ngak sayang kalau saya nanti kena Covid atau demam gara2 kehujanan naik ojek.."🤭
Akhir tulisan saya. Semoga GSVL tetap diberi Tuhan berkat, kesehatan dan kekuatan bersama keluarga.
"Saya tunggu ajakan diskusi selanjutnya dengan bapak. Sambil nikmati secangkir teh tawar, bersama kita bercerita tentang perjalanan dirimu yang semakin lama semakin menarik.."(JM)











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?