Jalan Saja Terus





"Kenapa hatimu kembali pada komitmen untuk tetap setia pada sahabatmu itu. Padahal kamu sudah kuberi derita, uang tak ada, mobil lenyap. Ah, kamu sungguh keterlaluan, padahal saya pikir kamu akan goyah.." bisik iblis kepadaku.
Lalu ku dengar sayup2 bisikan lain yang sangat lembut dan membuat hati bahagia.
"Jalan saja terus dan jangan khawatir. Karena orang yang setia pada perkara kecil dia juga akan setia kepada perkara besar. Hidup memang penuh ujian, karena tanpa ujian kamu akan mudah tergoda oleh keinginan dan nafsu dunia. Sabar di depan sana telah Ku sediakan berkat bagi dirimu yang tetap setia.." bisik Tuhan kepadaku.
Beberapa hari ini, saya sempat berada di persimpangan. Mau lurus lanjutkan perjalanan, atau berhenti, juga memilih antara belok ke kiri atau ke kanan.
Akhirnya saya memilih jalan terus. Tidak peduli sesulit apapun perjalanannya. Karena saya percaya pilihan untuk tetap setia mendukung sahabat saya, terlebih dia orang baik yang takut akan Tuhan adalah pilihan paling tepat. Asal dijalankan dengan sabar dan ikhlas, saya tidak akan pernah dibiarkan oleh Tuhan.
"Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." 1 Petrus 4:8.
Benar kawan, seperti kata saya dalam tulisan berapa waktu lalu. "Hidup ini sejatinya perjalanan. Jalan saja dengan penuh keyakinan bahwa di tengah perjalanan saya akan bertemu orang yang saya rasa nyaman dan menyenangkan, serta selalu mengandalkan Tuhan seperti GSVL, itu sebenarnya merupakan rancangan dan kehendak Tuhan bagi diri ini.."
Kini ku pancang tekad. Tetap setia. Tidak perlu takut dan cemas akan apa yang akan terjadi.
"Nikmati saja bahwa apapun itu bagian dari cara Tuhan memberi diri ini pelajaran. Kalau sudah sampai pada titik pemahaman ini, tidak ada lagi yang namanya sabar karena semua berwujud menjadi syukur... "
Pada akhirnya saya bosan terus2san mengeluh, karena ternyata perjalanan di dunia dengan segala godaan dan tekanannya hanya begini-begini saja, penuh pengulangan, tidak ada sesuatu yang baru. Namun kebosanan itu akan berubah membahagiakan jika saya tegak dan tegar pada komitmen untuk tetap setia.
Kalau sudah masuk level ini, saya sesungguhnya merasakan kembali nikmatnya kebaikan Tuhan.  
Ah, benar kata2 bijak ini. "Aku akan tetap setia dan bersabar, sampai kesabaran itu lelah akan kesabaranku. Sambil terus menjalani hidup taat dan setia, dan menanti berkat yang disediakan Tuhan dalam rencana dan rancangan sesuai waktuNya.." (JM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?