Kemana Janji 200 Juta Itu?




Berapa hari lalu saya ikuti siaran langsung via FB, rapat perdana, Walikota baru dan Wawali pengganti GSVL-Mor. Di gedung serba guna Pemkot Manado.
Saya jadi geli sendiri, tata bahasanya Pak Wali, ehmmm. 
Maaf  pak wali, mungkin selama ini saya sudah terbiasa mendengar cara berucap, mantan Gubernur Sulut, Alm Dr Drs SH Sarundajang (SHS) dan mantan walikota dua periode Manado, DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA (GSVL), yang kalimat perkalimat, kata perkata , sederhana namun tertata apik, hingga kesan bobot atau isi penyampaian dapat, dan mudah dicerna secara maksimal oleh pendengar, apalagi kalau itu rapat dengan jajaran SKPD.
Tata bahasa itu bisa menunjukkan karakter pribadi seseorang loh.
Maaf pak wali yang terhormat. Kecerdasan bertutur itu, dan tata bahasa jangan dianggap remeh. 
Karena yang menjadi audience di rapat perdana itu, meski mereka bawahannya pak wali, mereka rata-rata orang pintar, minimal jebolan S1.
Cuma lucu aja pak wali. Mohon maaf, tidak ada maksud membuat bapak tersipu eh tersinggung.
Masa bapak sementara bahas egosektoral, langsung nyenggol ke proyek. 
Itu loh pak, semestinya saat pimpin rapat. Kalau memang tidak bisa tanpa teks, dibaca saja materi poin perpoin yg akan disampaikan. Kan, pak wali ngak bakalan dicopot kalau pimpin rapat harus baca teks.
Sekali lagi saya mohon maaf. Itu hanya sekedar cerita saya, mudah2han ketika bapak membaca tulisan ini, bapak ngak marah2. Yang sabar ya pak, toh juga tulisan ini ngak bakalan buat pak wali dicopot jabatannya.
Oh ya, ditulisan saya ini. Ngak akan bahas secara mendetail soal bapak singgung tidak ada atau minimnya anggaran buat Lansia, rohaniawan dan THL. Saya juga ngak bahas mengenai pergantian pejabat yg kata pak wali langgar aturan.
Poin tulisan saya kali ini, mau menyorot ini, eh..kemana sih program yang pak wali janjikan sewaktu kampanye lalu. 
Itu tu, nanti tiap lingkungan dapat 200 juta rupiah.
Soalnya saya hanya dengar bapak bicara tambah lampu penerangan di Manado, penanganan sampah, terus apa lagi ya..Oh  ini, memanfaatkan teknologi internet. Mau bangun spot wifi gratis ya pak? Termasuk janji bapak bawah Manado jadi yang terbaik, pertama di Indonesia semua rakyatnya bisa divaksin.
Itu dilombahkan ya? Ah, sudahlah siapa tahu Manado juara pak wali, daerah paling cepat selesai vaksinasi.
Ini prestasi luar biasa loh pak wali. Bole masuk catatan sejarah, 'Manado semua rakyatnya dengan jumlah sekitar 500 ribu jiwa, tahun 2021 sudah divaksin..'kren prestasi itu pak, dibanding dapat penghargaan Kota dengan pelayanan publik terbaik, kota paling inovatif dan kota paling toleran di era GSVL.
Mungkin prestasi juara vaksin paling prestisius.
Yakin saya pak Manado bisa juara kalahkan, Kota Surabaya yg jumlah penduduknya sekitar 2,8 juta jiwa, Kota Medan jumlah penduduknya 2.9 juta jiwa, Bandung sekitar  2,5 juta jiwa dan Makasar dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa.  
Ini bakal jadi capaian dahsyat. "Manado yang jumlah penduduknya 5 juta, upss.... salah 500 ribu jiwa, kalahkan Kota Makasar, sebagai kota tercepat selesai vaksinasi.."
Hebat loh, nalar pak wali ini.
Balik lagi ke janji 200 juta tadi. Di temu perdana dengan jajaran pejabat dan ASN Pemkot. Saya tunggu sampai selesai rapat, pak wali sama sekali ngak singgung soal dana 200 juta perlingkungan. 
Soalnya, kalau benar ada anggaran segede itu, saya mau ikutan nyalon kepala lingkungan pak..hehehe.
Lagi2 saya mohon maaf pak. Di APBD 2021 itu belum dianggarkan. Tapi please dong pak, di APBD perubahan 200 juta per lingkungan wajib masuk pak.
Kalau ngak masuk, saya lagi yang disalahkan. Tu kan, eror trus. Maksudnya pak wali nanti yg bakalan pusing, terus ditagih janji 200 juta itu.
Pakai istilah milenial ya pak. BTW, dana 200 juta itu dikucurkan pertahun, per semester, tiga bulan sekali atau bulanan pak. 
Terus yg nerima lurah apa pala?
Usul saya sih bulanan aja pak, biar kepala lingkungan bisa nyicil mobil, sekalian rakyat di tiap lingkungan ngak susah2 sibuk cari pinjaman. Kan bisa langsung minjam pake dana itu.
Oke cukup tulisan saya kali ini. Bukan nyindir apalagi nyinggung pak wali. Mohon maap sebelumnya. Salam untuk Manado rukun, maju dan sejahtera. Ya..salah lagi kan ngak ada kata rukunnya. Sekali lagi, untuk Manado maju dan sejahtera..(JM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguji Orang Baik

Kenapa Selalu Tentang GSVL

Apakah GSVL Akan Maju Di Pilkada 2024?