Panggung Itu Milik GSVL
Bapak itu beri semangat kepada saya, saat kemarin diajak 'pasiar' Idul Fitri oleh seorang kawan muslim.
Saya tidak kenal bapak itu. Lagi enak2nya makan gule kambing, tiba2 dia sudah duduk di samping saya.
"Pak kita ja ikuti pak ja kirim itu, berita dengan ucapan GSVL di FB. Maju terus jangan kendor. 2024 nanti di Pilgub so GSVL punya.."
Seperti biasa motivasi itu, saya tanggapi dengan senyum. Tak bisa berkata apa2, la wong mulut saya penuh makanan.
Kawan yang melihat saya terkeke, apalagi air minumnya lupa saya ambil..
Benar motivasi bapak itu menarik.
Oke, saya akan sedikit mengulas bagaimana peluang GSVL di 2024.
Sekalian mau jawab tanya di inbox Medsos saya, "apakah status GSVL yang sudah tak menjabat walikota akan mempengaruhi elektabilitasnya?".
Begini saya boleh dikata pengamat. Iya karena selama ini saya secara khusus mengamati gerak GSVL sejak ia menjadi Walikota Manado medio 2010 silam.
Belum pernah -setahu saya- ada pejabat publik yang mampu memainkan orkestra pemerintahan selihai GSVL.
Pada posisi GSVL, ia bisa saja memainkan model yang sama seperti banyak pejabat lainnya, menjual program tak masuk akal agar jabatannya langgeng, buat janji tiap lingkungan bakal dikasi 200 juta rupiah, atau ketika tarung rayu rakyat dengan duit 150 ribu.
GSVL tidak menggunakan "cara lama" itu. Karena ia paham, ada kerinduan sebagian masyarakat akan sosok pemimpin yang cerdas, tegas, jujur, berani tapi juga perduli orang kecil. Dia "memainkan" kerinduan itu dengan sangat pintar.
Langkah-langkah GSVL jika dicermati oleh seluruh rakyat Sulut sangat fenomenal. Contoh ketika dia selaku Walikota Manado sukses menata pemerintahan di awal masa tugas tahun 2010, membenahi sistem keuangan yang hancur lebur akibat korupsi pemimpin sebelumnya.
Manado dihantarkan menjadi terbaik dalam pengelolaan keuangan, pelayanan publik, dan ragam inovasi dan kreatifitas dihasilkannya.
GSVL juga mampu melewati dengan baik berbagai masalah dan persoalan. Sebut saja ketika banjir bandang terbesar sepanjang sejarah menghantam Manado awal 2014 lalu.
GSVL selanjutnya berhasil mengendalikan pandemi Covid 19 di Manado. Rakyat diberinya bantuan, sembari terus menjaga agar roda ekonomi Manado tidak kolaps.
Dan ia memainkannya dengan cantik, dia rutin menyapa warga meminta masukan, melayani jemaat karena dia pelayan khusus. Semua dia lakukan dengan ikhlas tanpa mengeluh apalagi sampai hilang semangat.
Setelah tak lagi menjabat Walikota. Pamor GSVL tak hilang, malah rakyat makin dibuatnya jatuh hati. Media memperhatikan pergerakan GSVL.
Penggiat dan pecandu Medsos tak henti membahas GSVL dengan pandangan pro kontra.
Ada yang mensuport GSVL, tapi ada pula yang tanpa ampun membullynya, sambil teriak, "itu musuh kita, penjarakan dia. Karena hanya dia yang jadi lawan berat kita di Pilkada 2024.."
Apa GSVL meladeni cibiran dan fitnahan itu. Dia diam saja, memilih mendoakan daripada membalas.
Kata dia. "Kalau saya balas, apakah itu bisa buat saya bahagia dan jadi baik. Tidak sama sekali kawan, saya malah tidak bedanya seperti mereka, jadi pribadi pendendam, pendengki, pemarah. Karena itu saya pilih mendoakan saja.."
Karena karakter baik itu. GSVL makin dikagumi rakyat Sulut. Dia 'berbeda' dibanding pemimpin lain di Sulut. Dan rakyat senang melihat sosok yang berbeda.
Mereka makin mantap dan yakin kalau GSVL, pemimpin masa depan dan mampu membawa perubahan, setelah sekian lama apatis terhadap pemerintah yang gitu2 saja.
Nah, melihat pamor GSVL melesat. Apalagi dia dikelilingi orang2 militan, yang memilih tetap setia di samping GSVL. Membuat lawan politik jadi tambah takut. Merekapun menyerangnya dengan dahsyat, media cetak, elektronik, online hingga Medsos dimanfaatkan buat menjatuhkan GSVL.
Herannya semakin dia disudutkan, malah menjadikan nama GSVL terangkat ke atas.
Begitulah cara GSVL memainkan "perangnya" terlepas ia sadar atau tidak terhadap dampak dari apa yang dilakukannya.
Perlahan namun pasti penganggum GSVL terus bertambah.
Tugas saya dan kawan2, sahabat setia GSVL. Adalah terus konsisten menyuarakan siapa dan bagaimana sosok GSVL. Sebagai bagian mempertahanman eksistensi GSVL, supaya makin banyak rakyat Sulut yang tahu.
Pendeknya seperti ini, bicara tentang GSVL berarti itu menyangkut tutur katanya yang sopan, tertata, bijaksana, cerdas namun dikemas sederhana. Dan sikap serta tindakannya yang selalu mementingkan rakyat di atas segalanya. Dan paling pokok dia pribadi takut akan Tuhan.
Saya dan mereka akan selalu memegang komitmen setia untuk terus bergerak bersama dengan GSVL. Meski harus menapak jalan terjal, hidup biasa saja.
Saya pinjam kata2 seorang kawan, dia juga pecinta GSVL. "Jek enda akan berkekurang orang yang selalu setia pada komitmennya. Kalu torang setia pa torang pe teman, berarti torang le setia pa Tuhan.."
Panggung 2024 milik GSVL. Dia tidak perlu bermain sebagai korban, karena selama ini ia sudah dianggap menjadi korban dari ketidak-adilan. Mereka yang sempat tidak suka dengannya, kini berubah membelanya .
Semakin dia dizolimi, semakin besar cinta rakyat untuk GSVL.
Dan jumlah mereka pecinta GSVL ini jauh lebih banyak daripada mereka yang aktif di medsos dan berkoar2 menjelekkan namanya.
Jadi jangan salah... di 2024 nanti kandidat lain boleh menjanjikan bagi-bagi uang 1 miliar tiap desa, duit 200 juta setiap lingkungan. Mereka boleh saja terus mengkritik kebijakan GSVL semasa jadi walikota. Tapi mereka sendiri tahu, sulit sekali mengalahkan GSVL di pilkada tahun 2024.
Jika tidak sulit, tentu mereka akan bertarung secara fair..ngak cari2 salah terhadap GSVL yang kesannya cendrung dipaksakan.
Sambil menikmati teh tawar. Saya mendoakan semoga GSVL terus sehat, kuat dan pantang menyerah. Tuhan akan selalu bersama bapak..terima kasih..God Bless..(JM)

Komentar
Posting Komentar