Postingan

Belajar dari Jam Dinding

Gambar
Pada dasarnya kita terlahir sebagai manusia yang baik memiliki naluri kebaikan dan empati. Namun terkadang waktulah yang membuat kita berubah. Itulah proses hidup. Kita kaya, kita berkuasa, kita memiliki segalanya, kita lupa untuk berbuat baik. Jangankan berbuat baik kepada orang yang tidak kita kenal. Kepada sahabat yang selalu dan sudah pernah melakukan kebaikan dalam hidup kita acap kali kita anggap sepeleh. Kebaikan yang kita buat sering kali diukur, ditakar dan dianggap tak bermanfaat. Tetapi itu tidak penting, sekalipun orang yang kita bantu tak menganggap, menyepelehkan, di mata mereka kita bukan siapa-siapa, tetaplah jadi orang baik. Belajarlah dari jam dinding di rumah kita. Dia tetap berdentang, setiap jam, menit dan detik, meski kita sering hanya melihatnya saat kita butuh. Bahkan kita merasa terusik ketika bunyi jarum jam menganggu tidur kita, tapi jarum itu terus bergerak seakan tak kenal lelah mengingatkan kita soal waktu. Orang baik layaknya sebuah jam, bagi oran...

Untuk Sebuah Prinsip

Gambar
Semua Akan Baik-Baik Saja Sebagaimana sulit ku tanggapi biasa Tidak ada gunanya menyalahkan siapa Karena sejatinya tergantung masa Aku baru tahu sakit itu berasa Ketika ekspektasi sekejap patah Luka tidak memiliki suara Sebab air mata jatuh tanpa bicara Orang yang ku anggap baik Malah membuat ku terbalik Semua suram hanya dalam sedetik Beruntung waras ini jalan tak panik Bangga rasa diri ini di tempah terukur Oleh Pemilik Nafas Hidup yang selalu jujur Dia ingin memoles diri ini agar lebih teratur Dalam bijak ajaranNya aku pun bersyukur Memang tak ada manusia sempurna Ketika karya kerja dianggap tak bermakna Kecewa campur sedih buat merana Tuhan orang baik di dunia ini kemana Bersyukur kataNya silahkan di ucap Seketika semangat itu kembali meluap Ku pancang komitmen bersamanya tetap Apapun terjadi setia pada sahabat ku junjung lengkap Sekiranya hati sahabat ku itu tersentuh Bahwa pemberian diri ini selalu utuh Tidak akan kurang karya meski berpeluh Bagi mu sahabat segalanya akan ku taru...

Berbagi Tak Usah Ribet

Gambar
Sungguh menyenangkan, melihat putra sulung saya terpapar virus kebaikan hati. Saya baru menyadari ketika dia kini duduk di bangku kelas enam SD. Ia terlihat sangat bahagia dan bukan bahagia yang berpura-pura dengan bungkusan materi. Jiwanya bahagia. "Pa, kata mem (panggilan guru wanita di sekolahnya), tidak akan pernah kekurangan orang yang selalu berbagi.." Katanya tadi. Eh, ternyata di balik kata-kata indah nan permai itu, dia mengaku polos. 'Tadi kakak (biasa dia disapa) membelikan makan buat teman kakak.' Marah! Jelas saja, uang jajannya pas-pasan. Untung ada orang tua baik yang mengantarnya pulang ke rumah. Kalau tidak..Ah sudahlah. Masuk ke kamar saya merenung, kenapa dia tak berpikir dengan dirinya sendiri. Kenapa dia berbagi uang jajan dengan temannya padahal saya tahu temannya itu berkecukupan. Saya lantas memanggil putraku masuk kamar. Penasaran, saya tanya mengapa dia membelikan makanan padahal dia tahu ayahnya tidak memiliki lagi pendapa...

Catatan Rugi Virus Mematikan Bernama Politik

Gambar
Kamis pekan lalu wa saya mendadak bunyi.. Saya dapat kiriman undangan awal dari dua daerah, diminta mengisi materi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, bertajuk "Redam hoax Pilkada 2020, dengan informasi akurat". Menyusul Jumat saya menerima undangan resmi dari KPU, dua kabupaten (sengaja saya tak tulis di kabupaten mana, karena ini sudah menyangkut integritas dan profesionalitas pelaksana Pemilu). Lokasi pelaksanaan sudah ditentukan, satu di kecamatan A, dan kabupaten yang satunya lagi di kecamatan B. Otak liar ini tak kuasa menahan rasa suenangg bukan main, acara di dua daerah itu hanya 3 hari. Uang cuap-cuap, masuk kantong masing2 sepuluh juta, alias dua puluh juta untuk dua wilayah pelaksanaan ini. Sempat wa ke sahabat, minta pinjam mobil. Tapi tak dijawab, akhirnya setelah timbang sana, mikir sini. Ah, sewa aja mobilnya kan fulus yang nanti didapat banyak. Tarulah dengan bensin, paling-paling tiga hari mentok di angka sejuta.. Pagi tadi saya mel...

Sampai di Titik Ini (Sebuah Goresan)

Gambar
Tidak terasa air mata ini jatuh Meratapi hati yang kian jenuh Hingga buat kaki rasa tak teguh Apakah kunanti akan berlabuh Tidak semua air mata itu pertanda buruk Itu hanya pelepas rasa yang kian terpuruk Kuiring doa agar Dia terus membentuk Pribadi ini agar tak berlaku buruk Beragam cara telah ku buat Berharap kawan akan melawat Hari-hari semua harap terus lewat Meski mimpi ini terus kurawat Benar hidup tidak terduga Minta nilai dihitung harga Tidak tersisa lagi rasa bangga Mengapa dari awal tidak kuduga Namun aku tetap bersyukur Ada Dia yang maha jujur Hati ini ditempahNya agar teratur Hingga kelak tak mudah terbentur Air mata itulah buatku berani Mencari sesuap nasi harus begini Terpenting pribadi tidak terbebani Hari ini mungkin sampai di titik ini..

Yang Kaya, Yang Baik

Gambar
(Edisi Khusus Bukan Untuk Konsumsi Publik) Bill Gates (manusia terkaya di planet ini) saat makan bersama anak-anak pengungsi di Afrika, di sekolah yang didonasikannya. "Orang baik itu, adalah orang yang tidak menunggu dia menjadi kaya dan berkuasa baru bisa membantu orang lain," demikian kata-kata manusia terkaya di planet ini Bill Gates. Bill mengutarakan ini, setelah ditanya siapa orang terkaya di bumi ini. Dia menjawab 'seorang penjual koran'. Kenapa? Dulu ketika saya melakukan perjalanan, saya ingin sekali membaca koran. Saya kemudian pergi membeli koran, tapi saya tidak mempunyai uang kecil untuk membelinya. Penjual koran itu kemudian memberikan koran itu secara gratis. Dua kali saya diberinya koran gratis. Saya selalu beralasan tidak punya uang kecil. Padahal saya saat itu memiliki uang, tapi saya 'memanipulasi' si penjual koran miskin itu dengan dalih, 'saya tidak punya uang kecil'. Ketika saya sukses dan menjadi orang terkaya d...

Pesan Tegas Pak Tito Buat Petahana

Gambar
Sejak dilantiknya Jenderal Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri saya tambah jadi lebih ngefans dengan beliau. Kekaguman saya bukan baru sekarang. Menjabat Kapolri dia sudah saya idolai. Dia bersih-bersih bawahannya yang ketahuan 'nakal'. Dia tak segan mencopot Kapolda karena mendapat laporan publik, sering peras rakyat dan kinerja tidak memuaskan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Kini beliau menjabat Menteri Dalam Negero, meski belum lama dilantik Pilkada serentak 2020 langsung mengujinya. Iya akan dinanti bagaimana menyelesaikan persoalan klasik, yang sudah lama menggerogoti demokrasi di Indonesia. Khususnya bagi petahana, yang kembali mencalonkan diri di Pilkada. Tito tidak mau, 'kebiasaan' buruk petahana menggunakan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki, untuk mempengaruhi rakyat jadi budaya dan kebiasaan turun temurun. "Luar biasa.." Itulah pujian terendah untuk dirinya, yang bagi saya merupakan pribadi baik dan suk...